Pertemuan yang mengosongkan Jiwa
Aku merasa berada di wilayah padang pasir bergunung didepan sebuah tenda lusuh yang berdebu terbuat dari kain kanvas yang keras. Angin bertiup menerbangkan debu dan aroma pasir ... sepi, tapi beberapa orang menghampiri dan mempersilahkan aku masuk ke dalam tenda itu. Belum sempat masuk dan tak mampu berucap apa-apa, seorang pria keluar dari tenda itu, aku menemukan senyuman dan pandangan lembutnya, dia menyambut kedatanganku. Pria itu tinggi memakai baju gamis panjang dengan sorban, bajunya berwarna coklat lusuh.
Aku tidak sempat melakukan apa-apa ... aku tersungkur di dalam kamar dengan 'Langit' masih dalam pelukanku. Shalawat itu hanya dalam hitungan detik, peristiwa itu juga mungkin berlangsung satu atau dua detik ketika aku hampir tertidur ...
Aku duduk, air mata kemudian tak mau kompromi, jatuh membasahi tubuh langit yang telah tertidur. Aku meyakini sendiri bahwa sosok lembut itu adalah pria yang kucintai selain suamiku. Pria yang dicintai Khadijah dan dicintai oleh ratusan ribu ummat muslim di dunia ini.
Aku mengenang tangisan rindu yang tak tertahankan ketika lagu itu diperdengarkan pada salah satu sessi dalam training ESQ, ketika itu langit masih dalam kandunganku, isakan yang tiada henti, terbawa hingga hari ini, mengantarkan kerinduanku pada satu sosok manusia yang memiliki kelembutan hati dan semangat juang yang luar biasa.
Hingga kini setiap malam, ketika mengayun-ayun langit, lagu Haddad Alwi itu senantiasa menemani. Dalam shalawat pada lagu yang sama, langit tertidur, dia menyukai lagu itu.
Anak dan ibu, aku larut dalam malam-malam sepi bersama air mata ketika kerinduan kepada Rasulullah menghampiri hati. Doaku selalu "Yaa Allah sampaikan salamku kepada Rasulullah ... Jadikan aku dan keluargaku ummat yang berada pada barisan orang-orang yang dicintainya, dan orang-orang yang engkau cintai ya ALLAH"

1 Comments:
aww,
senangnya bisa memandangi wajah langit yang completely "bulet" penuh..putih..laksana langit hehhe...
wellcome to the club sist.....
Post a Comment
<< Home