Khusnul Khotimah
Maka Kamis itu Ustadz di pengajian bercerita bahwa sebulan sebelum seseorang yang diridhai Allah meninggal dunia, Allah menurunkan Malaikat untuk menemaninya agar orang tersebut senantiasa mencari amalan selama waktu tersebut.
Maka meninggallah dia dengan proses yang mulia, Malaikat membawa ruh-nya ke langit dan mempertemukannya dengan Allah, sebelum dikembalikan kepada jasadnya di dalam tanah, selanjutnya bertemulah dia dengan pengadilan di alam kubur.
Betapa mulia orang yang telah mendorong dirinya untuk mendapatkan hidayah Allah, beruntunglah dia yang disambut Allah permintaanNya untuk kembali, dia melanjutkan sisa hidupnya dalam syiar agama dan da'wah yang tak pernah letih hingga akhir hidupnya.
Maka gambaran bahwa "kelahiran itu diiringi dengan tawa gembira orang yang berada disekitarnya sedangkan manusia yang dilahirkan menangis, menjerit menyaksikan dunia yang akan menyambutnya, sebaliknya kematian diiringi tangis duka orang yang berada disekitarnya sedangkan manusia yang dimakamkan diam, hening menyambut alam baru yang akan dihadapinya" sungguh gambaran yang tepat. Dan Allah mengatur semuanya secara sempurna
Tak ada dosa yang tak pernah dicobanya ketika dia melalui masa muda, dia tabung penyakit melalui obat-obatan terlarang dan minuman keras. Keluarga hanya bisa mendoakan agar Allah memberinya hidayah. Dia berteman dengan semua kalangan, kesombongan masa muda disesali saat dia menyadari bahwa dia tidak layak sombong dihadapan Allah. Usia 50 dia hijrah dari dunianya dan berpaling dari kehidupan sebelumnya. Dan Allah menemani setiap pandangannya dengan air mata penyesalan, dan dia menebus dosanya dengan dakwah.
Ya Allah ... Engkaulah yang memberi hidayah, yang menyimpan aib dan menerima manusia meskipun berlumur dosa ...
Maka Gito Rollies, atau Bangun Sugito dimakamkan dengan diantar ribuan jenis manusia dari berbagai kalangan. Para Ustadz dan Da'i serta keluarga dan sahabat menyakini kematiannya adalah kematian yang indah
Ya Allah ... Engkaulah yang maha Pengasih, sungguh Pengasih ... tak akan kami lepaskan Kasih SayangMU hingga engkau memberi kami khusnul khotimah seperti yang diterima Gito. Terimalah kami, Diriku, Orangtuaku, Suami dan Anak-anakku, serta saudara-saudaraku dan anak-anaknya. Kumpulkan kami kelak bersama-sama di surga Mu yang Indah, yang hadir dalam mimpi dan sangat jelas keberadaannya di dalam hatiku
Selamat Jalan Gito, aku setuju, Hidupmu dan Kematianmu adalah hal indah ... Semoga Adik laki-lakiku menemukan jalan seperti jalanmu.
