Budhinova Family

20 Mei 2000, dua manusia bernama Budhinova Restu Nursai dan Wiendha Winstar menikah di rumbai pekanbaru. Allah kemudian menitipkan dua anak dari rahim pasangan tersebut bernama Cakrawala Jagad Semesta dan Nuansa Timur Langit. Seindah hadirnya mentari pagi, seindah teriknya siang hari, seindah rembulan yang menyinari malam kami meniti hari demi mengabdi pada Sang pemberi hidup ... hingga suatu waktu nanti ketika ALLAH memisahkan kami ...

Wednesday, August 27, 2014

Doaku Untukmu Sayang



Aku katakan berkali-kali
Umur bukan penyakit yang membatasi
Masih ada matahari
Dan kita masih ada disini

Doaku selalu :

Ya Allah ...
Ampuni seluruh dosanya, dengan keikhlasannya menerima cobaanMu,
Biarkan dia bersama kami dengan seluruh keadaan yang harus dia terima
Kami pun ikhlas menerima setiap hal yang dilakukannya
Bahkan bagi kami tak ada rasa berat sedikitpun dalam melayaninya

Apapun ketetapanMu atasnya dan atas kami ya Allah ...
Tolong beri kami kesempatan untuk mengabdi kepadaMU melalui pengabdian kami kepadanya
Disini seorang istri dan tiga orang bocah kecil-kecil mengangkat tangan kami
Memohonkan kebaikanMU untuk memberinya umur bagaimanapun keadaannya

Dan bila kelak Ya Allah ...
Ketika kami harus terpisah pisah atas kehendakMU
Pada waktunya nanti ...
Di kehidupan kami selanjutnya izinkan kami bersama
Menyatu dalam satu keluarga
Ditempat tertinggi dan termulia
Yang kau janjikan kepada manusia
Dimana Rasulullah berada

Saat itu aku ingin katakan kepadanya
Inilah tempat yang dijanjikan Allah itu sayang
Dan inilah sosok yang mulia itu sayang
Tak ada penyesalan atas ketabahan dan kesulitan kita
Ketika kita sedang berada di dunia



Tuesday, August 19, 2014

Kemana harus mencari

Yang memberatkan hatiku adalah
ketika penyakit itu ternyata merenggutmu
Meninggalkan kami terperangah
tertunduk dan hanya terpaku

Yang selalu aku khawatirkan
adalah kemana harus mencari dirimu
ketika kelak rindu tak tertahankan
sementara dunia ini sudah tidak menjadi tempatmu

Padahal aku katakan kepada mereka
anak-anak kita
bahwa setiap jiwa
pasti akan kembali kepadNYA
setiap saat setiap detik
tidak peduli sehat ataupun sakit

Bagaimana jika
ternyata aku yang tak kuasa
menahan keresahan
yang tak tertanggungkan

Hingga berapa lama
kelak akan berjumpa
setelah berpisah di dunia
seharusnya kembali bersama

Aku resah ... sungguh resah
tapi resah tak boleh terlihat susah

Monday, August 18, 2014

Cinta pada mu


Sesungguhnya hanya cinta
Yang menjadi dasar pengabdian
Cinta tentu hanya kepada Nya
Yang menyebabkan hilangnya seluruh ketakutan

Aku selalu mengatakan
Jangan mencinta dengan berlebihan
Allah akau menguji seluruh kekuatan
Ketika Allah cemburu pada sesuatu yang berlebihan

Karena itu aku tidak katakan aku mencinta
Aku melakukan semua yang ditetapkanNya
Bahkan ketika poligami menjadi aturannNya
Aku terima dengan lapang dada

Suamiku
Jauh perjalanan kita
Aku tak pernah katakan Cinta
Karena aku tak ingin Cinta padamu melebihi cinta padaNYA
Tapi sesungguhnya Allah lebih mengetahuinya

Perlahan-lahan diujinya cinta
dengan kehadiran berbagai wanita
aku merasa telah mampu melaluinya
Tapi ketika penyakit itu mulai mendera
dirimu semakin tak berdaya
semakin lemah aku berusaha

Rasanya tak boleh ada tangisan
ketika aku mengatakan ini butuh keikhlasan
Rasanya tak boleh ada putus asa
ketika aku mengatakan ini butuh semangat baja

Tapi mengenang langkah yang kita tempuh
Mengenang seluruh dirimu secara utuh
Telah melemparkan jiwaku pada titik rapuh
Kini aku merasa duniaku perlahan-lahan runtuh

Aku telah berdusta padaNYA
Aku ternyata belum mampu mencintaiNYA
Melebihi makhluk di dunia
Sungguh aku lalai dan hina

Kupinta kepadaNYA
Jika penyakit itu mampu menghapus Dosa
Aku ikhlas menerima apapun keadaannya
Asalkan kelak kami dapat bersama
Ditempat yang mulia
Yang telah dijanjikanNYA