Budhinova Family

20 Mei 2000, dua manusia bernama Budhinova Restu Nursai dan Wiendha Winstar menikah di rumbai pekanbaru. Allah kemudian menitipkan dua anak dari rahim pasangan tersebut bernama Cakrawala Jagad Semesta dan Nuansa Timur Langit. Seindah hadirnya mentari pagi, seindah teriknya siang hari, seindah rembulan yang menyinari malam kami meniti hari demi mengabdi pada Sang pemberi hidup ... hingga suatu waktu nanti ketika ALLAH memisahkan kami ...

Friday, May 25, 2007

Seorang Budhinova







19 November 1968,

Budhinova Restu Nursai, dilahirkan di Payakumbuh ...
Kota Kecil yang indah,
yang bukit-bukitnya senantiasa memanggil pulang kaummnya yang merantau
yang sawahnya senantiasa mengundang orang untuk kembali menapakinya
yang sungai-sungainya mengundang memori masa kecil berdentang dentang dalam kepala

Budhinova menyelesaikan pendidikan di Institute Seni Indonesia Jurusan Theatre
Maka jadilah dia orang yang unik dan penuh kejutan
Hatinya yang lembut sangat kontras dengan kumis garangnya ...
Suaranya yang berat sangat kontras dengan jogetan dangdutnya ...

Maka Budhinova menambahkan namanya menjadi "Seorang Budhinova"
ketika dia berprofesi sebagai Sutradara.
Terkadang hati nurani dan idealisme bertolak belakang dengan karya yang harus dibuat
Tapi Seorang Budhinova harus menafkahi keluarga, maka dia tetap bekerja sebagai sutradara ..

Jarang dirumah, selalu berkelompok, berteman rokok dan kopi
Hangat dan dermawan, Pecinta sejati, tapi terkadang juga sulit dimengerti ...

"Semoga ALLAH memberkatimu dengan ketakwaan"

Thursday, May 24, 2007

Pertemuan yang mengosongkan Jiwa


Malam itu ketika mengayun-ayun 'Langit' sambil menina bobok-kan dia, aku bersenandung shalawat nabi "Yaa nabi salam alaika" dari Haddad Alwi. Mata yang mengantuk, badan yang letih, jiwa yang kosong, kamar yang gelap, tiba-tiba mengantar pikiran kepada posisi setengah sadar.

Aku merasa berada di wilayah padang pasir bergunung didepan sebuah tenda lusuh yang berdebu terbuat dari kain kanvas yang keras. Angin bertiup menerbangkan debu dan aroma pasir ... sepi, tapi beberapa orang menghampiri dan mempersilahkan aku masuk ke dalam tenda itu. Belum sempat masuk dan tak mampu berucap apa-apa, seorang pria keluar dari tenda itu, aku menemukan senyuman dan pandangan lembutnya, dia menyambut kedatanganku. Pria itu tinggi memakai baju gamis panjang dengan sorban, bajunya berwarna coklat lusuh.

Aku tidak sempat melakukan apa-apa ... aku tersungkur di dalam kamar dengan 'Langit' masih dalam pelukanku. Shalawat itu hanya dalam hitungan detik, peristiwa itu juga mungkin berlangsung satu atau dua detik ketika aku hampir tertidur ...
Aku duduk, air mata kemudian tak mau kompromi, jatuh membasahi tubuh langit yang telah tertidur. Aku meyakini sendiri bahwa sosok lembut itu adalah pria yang kucintai selain suamiku. Pria yang dicintai Khadijah dan dicintai oleh ratusan ribu ummat muslim di dunia ini.

Aku mengenang tangisan rindu yang tak tertahankan ketika lagu itu diperdengarkan pada salah satu sessi dalam training ESQ, ketika itu langit masih dalam kandunganku, isakan yang tiada henti, terbawa hingga hari ini, mengantarkan kerinduanku pada satu sosok manusia yang memiliki kelembutan hati dan semangat juang yang luar biasa.

Hingga kini setiap malam, ketika mengayun-ayun langit, lagu Haddad Alwi itu senantiasa menemani. Dalam shalawat pada lagu yang sama, langit tertidur, dia menyukai lagu itu.
Anak dan ibu, aku larut dalam malam-malam sepi bersama air mata ketika kerinduan kepada Rasulullah menghampiri hati. Doaku selalu "Yaa Allah sampaikan salamku kepada Rasulullah ... Jadikan aku dan keluargaku ummat yang berada pada barisan orang-orang yang dicintainya, dan orang-orang yang engkau cintai ya ALLAH"

Tuesday, May 22, 2007

7 tahun - 20 Mei 2007


Konon katanya semakin lama jalannya pernikahan kita akan semakin sering menemukan potongan puzzle yang hilang seiring dengan semakin pahamnya kita terhadap pasangan. Menebak dan mengira-ngira masa kecilnya sehingga dia menjadi seperti sekarang ini.

Tapi semakin lama perjalanan ternyata tenggang rasa semakin besar, bila salah satu pihak sudah memulai untuk memberikan permakluman dan penerimaan terhadap yang lainnya, dan bila kesombongan tidak menguasai diri yang lainnya maka keduanya akan mencari keseimbangan melalui saling tenggang rasa dan permakluman.

Lamanya kebersamaan satu pasangan tidak menjamin adanya bahagia, terkadang salah satu pihak merasa berada dibawah dan diinjak oleh yang lainnya. Barangkali keseimbangan dalam posisi menyamping hanya bisa diperoleh bila yang lainnya mengurangi kesombongan untuk terlihat sedikit lemah dan kurang agar yang lain memperoleh sedikit kekuatan dan kelebihan.

Mengapa harus seimbang? Agar ada harga diri ...

Allah memberikan penghargaan pada pria dan wanita, Rasulullah memberi contoh kehidupan yang mulia bersama Khadijah. Seorang wanita mandiri yang banyak mengurus urusannya sendiri, bahkan datang untuk melamar Rasulullah melalui mulutnya sendiri meskipun zaman pada saat itu menganggap hal tersebut tidak mulia.

Rasulullah (yang kami cintai), memuliakan sang istri, berwajah manis pada khadijah dan ikhlas menerima kelahiran putri-putrinya, dan ikhlas melepas kematian putra-putranya ketika bayi. Menanggapi sikap Rasulullah yang seperti itu maka khadijah bersikap lebih manis dan lebih mulia daripada wanita lainnya. Khadijah adalah wanita yang disapa Allah melalui malaikat Jibril karena Allah memuliakan Khadijah.

Aku tidak mungkin menjadi khadijah, tapi khadijah adalah teladan. Khadijah hanya bisa menjadi mulia karena suaminya (Rasulullah pemimpin kami) memuliakan diri khadijah ....

Wednesday, May 16, 2007

Meleburnya dua menjadi empat






Friday, May 11, 2007

14 Oktober 2006




Hadirmu Nak, pada hari itu ...

Menghangatkan hati Bunda, papi dan abang


Ya Allah ...

Berilah dia keindahan rupa dan tingkahlaku

Layaknya keindahan Fatimah putri Rasulullah

Seindah sinar pagi yang terbit di Timur Matahari

karena itu kami beri namamu NUANSA TIMUR LANGIT

Lembutlah hatimu selembut embun di pagi hari ...