
14 Oktober 2006
Saat itu usianya 7 bulan dalam kandungan ... melalui sebuah proses jiwanya dan jiwa bunda disapu melalui pengenalan akan keberadaan Rasulullah dan Sang Pencipta. Tersedu bunda dalam goncangan keimanan. Allah maha besar memberi petunjuk kepada orang yang dikehendakiNya. Semenjak itu kita bersama-sama mengarungi pencarian Ketuhanan itu.
Pagi menjelang, setelah sholat subuh, papi baru saja pulang shooting dan masih capek banget. Dua ketukan keras dimulut rahim mengantar air ketuban tumpah ke tempat tidur, sopan sekali kamu nak, mengetuk pintu untuk mengatakan kamu siap lahir. Kami sudah memperkirakan kamu adalah wanita, sehingga ketika ingin keluarpun engkau menunjukkan kelembutanmu dengan mengetuk pintu. Tergesa papi dibangunkan, Oma dan mami bersiap-siap. Kita berangkat ke rumah sakit.
Proses kelahiran yang singkat, tapi benar-benar penuh perjuangan. Inilah perjuangan hidup dan mati yang dijanjikan Allah. Sempat hilang dari pantauan para perawat, anak perawan ini begitu kemayu untuk melompat keluar seperti yang dilakukan abangnya. Dokter harus membujuknya dengan dorongan maksimal agar dia mau keluar. Mungkin engkau mengerti bahwa dunia memang terlalu berat nak, karena itu begitu engkau terlena berada dalam pelukan ALLAH. Tapi takdir kita adalah menjalani kehidupan ini, maka bersyukurlah bahwa Allah mempercayai kita untuk menjadi khalifah dimuka bumi. Doa bunda, semoga kelak seperti malasnya engkau keluar dari rahim bunda seperti itu pula engkau mau menjaga dirimu untuk tidak mau keluar rumah tanpa tujuan yang jelas.
Nak, hingga hari ini, kita masih selalu bersama-sama menghabiskan malam sebelum tidur dengan menyampaikan shalawat kepada Rasulullah dan doa kepada Allah. Bukankah tangisanku senantiasa engkau iringi dengan tangisanmu? Doa ku adalah meminta agar engkau menjadi wanita Mulia yang memiliki keindahan rupa dan tingkah laku.
Kelak apapun masalah yang engkau hadapi hanya ada satu tempat mengadu yaitu doa malam yang kau panjatkan padanya. Dan satu sumber ilmu dan kebahagiaanmu Al-Qur'an yang setiap malam bunda perdengarkan padamu dengan harapan engkau kelak menjadi seorang penghafal Al-Qur'an.
Semoga engkau dimuliakan Allah seperti mulianya Fatimah putri sang Rasul, dan bersuamikan pria beriman seperti berimannya Ali putra Abu Thalib.
0 Comments:
Post a Comment
<< Home