
Undangan menyaksikan Film Ayat-Ayat Cinta itu hanya untuk Papi ...
Tertanggal 18 Februari 2007, hari Senin
Jelas tertulis di undangan itu dalam Bahasa Inggris "hanya untuk satu orang"
Papi ingin mengalah, biar untuk bunda saja katanya
Tapi bunda berkeyakinan papi harus menyaksikan film buatan Hanung itu
Nggak masalah, sebentar lagi juga akan tayang di bioskop
Kami akan menonton bersama-sama, Nde, Bunda, Mama dan Om Oja ...
Anak-anakku ...
Bunda berpesan pada halaman depan buku Ayat-ayat cinta itu ...
Jadikanlah tokoh yang ada didalamnya sebagai Teladan hidup, selain kisah Rasul
Rasul adalah Teladan utama kita, referensi hidup kita
Tapi novel itu menceritakan hidup pada zaman ini ... semoga pada zaman kalian nanti kisah itu masih valid
Lihatlah nak, betapa besar harapan Bunda kalian benar-benar menjadi muslim dan muslimah sejati. Seorang penghafal Al-quran dan mengabdikan hidup demi da'wah pada jalan agama.
Yakinlah bahwa hidup dengan cara Islam adalah jalan yang paling benar.
Bukan bahagia bila hati terasa berat menanggung hidup ini, Allah menjanjikan keringanan hatimu menjalani hidup meskipun harta tidak menjadi temanmu.
Allah memuliakan ilmu lebih daripada harta, maka jadilah pencari ilmu, pengamal ilmu dan penyampai ilmu kepada orang lain. Sungguh mulia orang yang memiliki ilmu yang bermanfaat
Ketika Umroh kemarin, bunda paling banyak berdoa untuk Om Oja,
Harapan Bunda agar kita semua bisa berkumpul kelak di Surga Jannah tidak akan meninggalkan seorangpun apalagi Om Oja
Bila Jagad dan Nadya meninggalkan pesan tertulis untuk mengingatkan sholat Om Oja, Bunda hanya menitipkan doa kepada Allah ...
Beberapa malam yang lalu bunda melihat Om Oja membalik-balik Ayat-Ayat Cinta, tergugah oleh pembuatan film-nya, Om Oja ingin mengetahui isi bukunya, Bunda berbisik ...
"Semoga Allah berkenan membuka pintu hatinya"
Lalu pada malam yang lain Om Oja mulai membalik-balik novel sejenis yang lain, kemudian merenung mendengarkan lagu-lagu yang baik,
"Semoga Allah berkenan melembutkan hatinya"
Nak, kalian harus mengerti, bahwa da'wah tanpa niat untuk Allah, adalah kosong belaka, bila Habiburrahman berniat da'wah kepada Allah melalui Ayat-ayat Cinta, maka terketuklah hati-hati manusia untuk memahami Islam dan keindahan hidup bersamanya ... semoga menjadi amalan bagi Habiburrahman.