Budhinova Family

20 Mei 2000, dua manusia bernama Budhinova Restu Nursai dan Wiendha Winstar menikah di rumbai pekanbaru. Allah kemudian menitipkan dua anak dari rahim pasangan tersebut bernama Cakrawala Jagad Semesta dan Nuansa Timur Langit. Seindah hadirnya mentari pagi, seindah teriknya siang hari, seindah rembulan yang menyinari malam kami meniti hari demi mengabdi pada Sang pemberi hidup ... hingga suatu waktu nanti ketika ALLAH memisahkan kami ...

Wednesday, February 13, 2008

Ayat-Ayat Cinta


Undangan menyaksikan Film Ayat-Ayat Cinta itu hanya untuk Papi ...
Tertanggal 18 Februari 2007, hari Senin
Jelas tertulis di undangan itu dalam Bahasa Inggris "hanya untuk satu orang"
Papi ingin mengalah, biar untuk bunda saja katanya
Tapi bunda berkeyakinan papi harus menyaksikan film buatan Hanung itu
Nggak masalah, sebentar lagi juga akan tayang di bioskop
Kami akan menonton bersama-sama, Nde, Bunda, Mama dan Om Oja ...

Anak-anakku ...
Bunda berpesan pada halaman depan buku Ayat-ayat cinta itu ...
Jadikanlah tokoh yang ada didalamnya sebagai Teladan hidup, selain kisah Rasul
Rasul adalah Teladan utama kita, referensi hidup kita
Tapi novel itu menceritakan hidup pada zaman ini ... semoga pada zaman kalian nanti kisah itu masih valid
Lihatlah nak, betapa besar harapan Bunda kalian benar-benar menjadi muslim dan muslimah sejati. Seorang penghafal Al-quran dan mengabdikan hidup demi da'wah pada jalan agama.
Yakinlah bahwa hidup dengan cara Islam adalah jalan yang paling benar.
Bukan bahagia bila hati terasa berat menanggung hidup ini, Allah menjanjikan keringanan hatimu menjalani hidup meskipun harta tidak menjadi temanmu.
Allah memuliakan ilmu lebih daripada harta, maka jadilah pencari ilmu, pengamal ilmu dan penyampai ilmu kepada orang lain. Sungguh mulia orang yang memiliki ilmu yang bermanfaat

Ketika Umroh kemarin, bunda paling banyak berdoa untuk Om Oja,
Harapan Bunda agar kita semua bisa berkumpul kelak di Surga Jannah tidak akan meninggalkan seorangpun apalagi Om Oja
Bila Jagad dan Nadya meninggalkan pesan tertulis untuk mengingatkan sholat Om Oja, Bunda hanya menitipkan doa kepada Allah ...
Beberapa malam yang lalu bunda melihat Om Oja membalik-balik Ayat-Ayat Cinta, tergugah oleh pembuatan film-nya, Om Oja ingin mengetahui isi bukunya, Bunda berbisik ...
"Semoga Allah berkenan membuka pintu hatinya"
Lalu pada malam yang lain Om Oja mulai membalik-balik novel sejenis yang lain, kemudian merenung mendengarkan lagu-lagu yang baik,
"Semoga Allah berkenan melembutkan hatinya"

Nak, kalian harus mengerti, bahwa da'wah tanpa niat untuk Allah, adalah kosong belaka, bila Habiburrahman berniat da'wah kepada Allah melalui Ayat-ayat Cinta, maka terketuklah hati-hati manusia untuk memahami Islam dan keindahan hidup bersamanya ... semoga menjadi amalan bagi Habiburrahman.

Sunday, February 10, 2008

Jagad menyangi Langit


Nuansa Timur Langit semakin besar,
berlari sambil pantatnya geal geol kanan kiri.
Oma senang sekali melihat lesung pipi dan lirikan matanya ...
Langit yang manja, apa-apa langsung merengek dan menangis
Abangnya sering kesal karena Lala sering salah mengerti
Perasaan sayang yang diungkapkan sering dikira menyakitinya
Padahal abang ingin mencium, tapi karena dekapannya terlalu keras
Lala jadi merasa kesakitan, lalu Lala memukul sang Abang


"Abem" ... Lala selalu mencari kalau sang Abang tidak terlihat
Berputar-putar diseluruh ruangan mencari abang
Sepi kalau abang tidak ada di rumah

Ikatan persaudaraan itu tidak pernah berdusta
Tidak pernah putus hanya dengan kalimat
Bertengkar berkali-kali, tapi setiap bertemu akan saling mengerti

Darah itu tidak bisa dipisahkan,
mengalir didalam tubuh membentuk pribadi
Bersaudaralah selamanya Anak-anakku ...

Bukankah kita bisa belajar dari kehidupan Rasulullah ...
Beliau terlahir tanpa saudara kandung ...
Tapi para sahabat memperlakukannya lebih dari saudara sekandung
Semata-mata karena Rasulullah juga memperlakukan sahabatnya
dengan cara mulia dan mereka mencintainya

Semoga Jagad dan Lala senantiasa meniru sang Teladan kita hingga kapanpun juga