Budhinova Family

20 Mei 2000, dua manusia bernama Budhinova Restu Nursai dan Wiendha Winstar menikah di rumbai pekanbaru. Allah kemudian menitipkan dua anak dari rahim pasangan tersebut bernama Cakrawala Jagad Semesta dan Nuansa Timur Langit. Seindah hadirnya mentari pagi, seindah teriknya siang hari, seindah rembulan yang menyinari malam kami meniti hari demi mengabdi pada Sang pemberi hidup ... hingga suatu waktu nanti ketika ALLAH memisahkan kami ...

Friday, June 29, 2007

Lara Bunda


Tadi malam ketika mobil bunda masuk halaman rumah yang bunda temui hanya abang sedang senyum-senyum karena baru dapat mainan baru dari Om Oja

"mana Adek? Udah bobok?" Abang mengangguk, "Ada Scooby doo bun, aku nonton dulu ya ... "

Bunda intip kamar Adek ... Mbak Ela terbangun, kaget. "Maaf ya Mbak, udah lama boboknya?" Biasanya setiap malam bunda yang ayun-ayun adek bobok, sambil kita liat-liatan, bunda senyum, adek senyum, terus begitu sampai adek tertidur. Semoga Adek selalu ingat waktu-waktu itu sampai kapanpun ya dek... Haddad Alwi sudah berhenti berputar, sunyi sekali waktu bunda bisikkan "bissmillahirrahmanirrahiiim ... " memulai bacaan Al-fatihah di telinga Langit. Biasanya kalau ucapan dan doa-doa itu bunda bacakan ditengah lagu-lagu Haddad Alwi tidak ada masalah bagi Lala, tapi berbeda kalau dalam keadaan sunyi begitu.

Bismillah bunda dijawab dengan kerutan kening dan segukan tangisan lirih, bunda teruskan semakin sesak nafasnya karena tersedu-sedu ... Bunda hentikan ucapan itu, bunda teruskan di dalam hati ... Bunda minta maaf nak ...

Beberapa hari yang lalu bunda baru selesai baca Fiqih Wanita, banyak hal yang ternyata dengan mudah bunda tinggalkan, padahal itu adalah kewajiban muslimah. Termasuk panggilan Syekh itu kepada kaum muslimah untuk meninggalkan kesibukannya diluar rumah dan kembali ke fithrah sebagai ibu dan istri. "Sungguh ... Allah itu Maha teliti melihat setiap tindakan kita" maka bunda merasa bimbang. Bertemu hanya dua jam dari 24 jam waktu adalah kedukaan yang dalam, apalagi menyerahkan pembentukan jiwamu kepada orang lain. Maafkan bunda Nak ... bunda bimbang meninggalkan pekerjaan ini. Seolah-olah bunda tidak percaya bahwa Rezeki itu dijamin oleh Allah ...

Selamat bobok langit, beberapa hari lagi bunda cuti, seperti biasa kamu akan seharian dalam pelukan bunda ... sekali lagi maaf kan atas keadaan ini ...

Friday, June 22, 2007

Cerita Bunda


Suatu malam menjelang tidur, bunda lelah membaca buku, jadi bunda hanya ingin bercerita kepada sang Jagad.

"Bang ... beberapa waktu yang lalu bunda mimpi ketemu sama Rasulullah ... (bunda menceritakan pertemuan yang menggetarkan jiwa itu) ... lalu bunda tersungkur, dan bunda menangis ... bunda menangis bukan karena sedih nak, bunda bahagia, rasanya ingin mengulangi lagi ... bang ... abang kenapa ...? bang ... "

"whuaaa ... whuaaa" tangisnya semakin keras, air mata bunda jatuh, apa yang dirasakan oleh lelaki kecil berhati lembut ini?

Nuansa Timur Langit


14 Oktober 2006

Saat itu usianya 7 bulan dalam kandungan ... melalui sebuah proses jiwanya dan jiwa bunda disapu melalui pengenalan akan keberadaan Rasulullah dan Sang Pencipta. Tersedu bunda dalam goncangan keimanan. Allah maha besar memberi petunjuk kepada orang yang dikehendakiNya. Semenjak itu kita bersama-sama mengarungi pencarian Ketuhanan itu.

Pagi menjelang, setelah sholat subuh, papi baru saja pulang shooting dan masih capek banget. Dua ketukan keras dimulut rahim mengantar air ketuban tumpah ke tempat tidur, sopan sekali kamu nak, mengetuk pintu untuk mengatakan kamu siap lahir. Kami sudah memperkirakan kamu adalah wanita, sehingga ketika ingin keluarpun engkau menunjukkan kelembutanmu dengan mengetuk pintu. Tergesa papi dibangunkan, Oma dan mami bersiap-siap. Kita berangkat ke rumah sakit.

Proses kelahiran yang singkat, tapi benar-benar penuh perjuangan. Inilah perjuangan hidup dan mati yang dijanjikan Allah. Sempat hilang dari pantauan para perawat, anak perawan ini begitu kemayu untuk melompat keluar seperti yang dilakukan abangnya. Dokter harus membujuknya dengan dorongan maksimal agar dia mau keluar. Mungkin engkau mengerti bahwa dunia memang terlalu berat nak, karena itu begitu engkau terlena berada dalam pelukan ALLAH. Tapi takdir kita adalah menjalani kehidupan ini, maka bersyukurlah bahwa Allah mempercayai kita untuk menjadi khalifah dimuka bumi. Doa bunda, semoga kelak seperti malasnya engkau keluar dari rahim bunda seperti itu pula engkau mau menjaga dirimu untuk tidak mau keluar rumah tanpa tujuan yang jelas.

Nak, hingga hari ini, kita masih selalu bersama-sama menghabiskan malam sebelum tidur dengan menyampaikan shalawat kepada Rasulullah dan doa kepada Allah. Bukankah tangisanku senantiasa engkau iringi dengan tangisanmu? Doa ku adalah meminta agar engkau menjadi wanita Mulia yang memiliki keindahan rupa dan tingkah laku.

Kelak apapun masalah yang engkau hadapi hanya ada satu tempat mengadu yaitu doa malam yang kau panjatkan padanya. Dan satu sumber ilmu dan kebahagiaanmu Al-Qur'an yang setiap malam bunda perdengarkan padamu dengan harapan engkau kelak menjadi seorang penghafal Al-Qur'an.

Semoga engkau dimuliakan Allah seperti mulianya Fatimah putri sang Rasul, dan bersuamikan pria beriman seperti berimannya Ali putra Abu Thalib.

Cakrawala Jagad Semesta





15 September 2001

Subuh datang, dengan lantang mu'adziim memanggil setiap jiwa muslim untuk menegakkan sholat subuh. Tendangan keras dari dalam rahim membuat sang bunda terduduk dari tidur pulas semalam tanpa buang air kecil berkali-kali seperti biasanya.

Empat hari yang lalu jiwa lelah bunda menyaksikan WTC di Amerika roboh menandai perjuangan panjang para mujahiddin yang berusaha memerangi Amerika melalui perang modern. Mengapa perang tidak bisa memilih siapa yang pantas dibunuh dan siapa yang pantas dilindungi?

Tapi hari itu, tendangan keras dari dalam rahim menjadi tanda perjuangan hidup dan mati pertama ketika sang ananda menunjukkan tanda-tanda ingin menyaksikan dunia. Nak, kami sungguh egois meminta-minta kepada Allah agar engkau dilahirkan, padahal sekarang kami senantiasa meninggalkanmu di rumah. Nak, kami sungguh egois meminta-minta kesempurnaan hidup kami dengan kelahiranmu, padahal sekarang kami menegur, memarahi dan melukai perasaanmu.
Lihatlah ... betapa engkau menjerit ketika lahir ke dunia ini ... tidak sudi menanggung dosa yang harus dihadapi didunia ini ... Tapi Allah memberikan takdirnya kepada kita semua ... Takdirmu Nak, Takdir kami ... Betapa kami bersyukur menyaksikan tubuh mungilmu dalam pelukan kami.

Tubuh mungil itulah yang semakin hari semakin panjang, mulur sesuai dengan umur zaman. Mulut kecil yang tadinya tak mampu berkata-kata kecuali menangis, kini sudah mampu menasehati bunda papi dan adek ...

Kamulah pria perkasa berhati lembut, tak mampu mengungkapkan kekecewaan. Pria perkasa berhati lembut itu seperti Rasulullah ... maka jadikanlah dia teladanmu. Karena air mata Rasulullah selalu mengalir mengiringi doa-doa lembut yang dipanjatkan bukan untuk dirinya sendiri, tapi untuk ummatnya. Kami berdoa agar kelak engkau menjadi penerus Rasul, menyeru ummat kepada kebaikan, Universitas Al-Azhar di Kairo adalah tempat belajarmu kelak ... Insyaallah

Nak, manusia yang paling mulia dan paling bahagia adalah yang mampu menghafal Al-Qur'an dan ikhlas mengikuti ajaranNya yang dituangkan didalam Al-Qur'an tersebut. Itulah buku yang paling sempurna karena dia tidak dibuat oleh manusia. Ingatlah Nak, tujuan hidupmu adalah kembali kepada pemilikmu dalam keadaan yang dimuliakanNYA.

Wiendha winstar




15 September 1973

Seorang wanita Mulia melahirkan dan kemudian mendidikku dengan semulia-mulianya sifat wanita. Seorang pria memeliharaku dengan segenap kemampuannya menafkahi keluarga kami.

20 Mei 2000 Seorang pria membacakan ijab kabul dihadapan orangtuaku dan memintaku menjadi bagian dari sisa usianya
15 September 2001 pada ulangtahun ke 28 hadiah ulangtahun istimewa dari Yang Maha Kuasa mengantarkan tugas pertamaku sebagai ibu, ketika melahirkan seorang Cakrawala Jagad Semesta
14 Oktober 2006 setelah ulangtahun ke 33 kado kedua dikirimNya melalui sebuah peristiwa kelahiran kembali seorang bayi dari rahimku, kami memberinya nama Nuansa Timur Langit.

Dalam setiap dentang waktu yang aku lalui, ditemaniNya aku dengan ilmu dan pemahaman yang lebih baik mengenai eksistensiku, kemudian mengenai keluargaku dan kini, IA menemaniku dengan memperkenalkan eksistensiNYA dan Rasulullah yang ku cintai

Ya ALLAH
aku hanya debu bagimu, tapi aku merasa begitu mulia menjadi makhluk lemahMu
tiada aku tanpa belaskasih MU
sertailah aku dalam Hidup dan Matiku Ya Rabbi ...