
Ketika ada yang bertanya, "buat apalagi sih mbak?"
Aku tersenyum, banyak hal berkelebat di kepala. Berawal dari keletihan karena setiap bulan harus berlelah-lelah untuk pergi belanja bulanan, ditambah keinginan untuk berbagi pekerjaan dengan yang lain dan mungkin yang paling mulia adalah bekerja dengan tangan sendiri. Seperti yang pernah aku dengar bahwa Rasulullah SAW (mari panjatkan shalawat setiap mendengar namanya disebut) adalah pekerja yang sukses, pedagang yang ahli dan wiraswastawan sejati.
Bersama restu suami, dengan tangan kami ingin menjadikan sesuatu, tidak ada yang tidak mungkin bila kesungguhan itu ditunjukkan. Allah SWT menyaksikan, dan hanya kepada Allah SWT kami akan mempertanggungjawabkan pekerjaan ini kelak. Menunjukkan bahwa kami berusaha menjadi ummatnya yang baik, bahwa kami tidak sedang menumpuk-numpuk harta tapi menggunakannya untuk sebuah kemanfaatan. Kami ingin belajar dari Rasulullah SAW bahwa berusaha dengan cara yang islami tentu akan membawa kebaikan.
Karena itulah pada pondasi awal ini aku hanya tersenyum ketika semua yang berada didekatku mengatakan "ngapain usaha kalau harus rugi". Hanya orang bodoh yang mau rugi, dan aku tidak suka jadi orang serakah yang mengusahakan ini hanya untuk mengejar keuntungan sebesar-besarnya. Bukankah dengan sama-sama senang, bisa menjadi ladang pekerjaan bagi orang lain dan bersyukur atas untung yang sedikit itu yang nikmat sekali rasanya?
Memang bila dihitung-hitung dengan jari, nilai keuntungan itu sedikit sekali bila dibandingkan dengan gaji yang diterima di kantor. Hal buruk lain, keuntungan yang sedikit itu telah membuatku sedikit terpengaruh di awal-awal usaha, uang 10 ribu dan 20 ribu menjadi begitu bernilai, sehingga untuk sedekah saja yang tadinya tidak hitung-hitungan jadi berbalik. Mengapa jadi begini? pikirku. Bukankah dengan berusaha aku tidak menjadi miskin? lantas mengapa aku harus membatasi sedekahku? Untung sadar dengan cepat, maka pola pikir yang harus dibentuk. Untuk Sedekah tidak boleh melihat jumlah uangnya, dan yang penting konsistensi. Tapi untuk jajan bagi diri sendiri barangkali harus lihat-lihat, jangan boros seperti dulu. Cari uang itu memang susah, tapi bukan berarti menjadi kikir kan?
Semoga usaha ini berkembang seperti berkembangnya adonan kue. Doaku kini dipenuhi dengan harapan agar usaha ini terasa kemanfaatannya bagi banyak orang bukan hanya kami sekeluarga.
Labels: http://lalashopper.multiply.com
0 Comments:
Post a Comment
<< Home