Budhinova Family

20 Mei 2000, dua manusia bernama Budhinova Restu Nursai dan Wiendha Winstar menikah di rumbai pekanbaru. Allah kemudian menitipkan dua anak dari rahim pasangan tersebut bernama Cakrawala Jagad Semesta dan Nuansa Timur Langit. Seindah hadirnya mentari pagi, seindah teriknya siang hari, seindah rembulan yang menyinari malam kami meniti hari demi mengabdi pada Sang pemberi hidup ... hingga suatu waktu nanti ketika ALLAH memisahkan kami ...

Thursday, August 09, 2007

Kepergian para sahabat


Ketika Taufik Savalas berpulang sekitar sebulan yang lalu akibat kecelakaan, dengan terharu seorang Budhinova mengabarkan pada istrinya yang sedang terlelap. Pukul 3 pagi dia berbisik .. "Bunda ... Taufik meninggal ..." sendu ... Dalam tidurnya dia masih terisak ringan, "orang baik bun, papi ingat waktu shooting kemarin, Subhanallah baiknya dia, taat pula ... dia tabrakan ... papi harus ngelayat besok bun ..."

Tidak lama kemudian dia kembali berbisik, "Bun ... Gaung dirawat lagi ... katanya kangker usus stadium 4, itu udah tinggi ya bun ...". Dua hari yang lalu di telephone, dengan suara sendu dia berbisik, "innalillahi wa innalillahi rojiuuun ... Bun ... Gaung meninggal bun ... di rumah sakit, papi langsung melayat malam ini"

"Kenapa orang-orang dekat ini yang dipanggil pada saat hampir bersamaan ya bun ... Beberapa hari lalu Gaung masih sempat mampir ke Studio Alam waktu Shooting anak semangka ..."
"Papi ingat waktu sinetron Mat Toing baru habis, bunda tanya .. gimana Mat Toing pap? ... waktu itu papi jawab ... Sudah meninggal ... waktu itu kita tertawa karena kita tau maksudnya sinetron itu sudah tidak ditayangkan lagi"

Sekarang kita tau bahwa Allah sangat dekat, bahkan lebih dekat dari urat nadi. Taufik Savalas yang jadi Mat Toing dan kenangannya semasa shooting bersama papi terkubur sudah, begitu juga Agung atau Gaung yang jadi kameramennya bersama kenangan semasa shooting bersama-sama pada sinetron yang sama berangkat mendahului yang lain.
Satu per satu kita akan kembali, setiap nama pada papan iklan itu akan mempertanggungjawabkan segala hal yang telah diperbuat di dunia ...

Taufik dan Gaung adalah dua pribadi yang berbeda, amalan mereka tentu juga berbeda ... Allah tidak memilih, semua sudah tersurat dalam Lauh Mahfudz, yang dipanggil terlebih dahulu akan berangkat duluan, dan Izrail meminta agar setiap kematian diberikan alasan agar dia tidak disalahkan oleh manusia sebagai penyebab kematian itu sendiri. Allah mengabulkan permintaan Izrail, itulah yang kita sebut kecelakaan, penyakit, dsb. Mari kita jadikan setiap peristiwa sebagai pelajaran yang berharga dalam mengumpul-ngumpulkan amalan untuk menjadi bekal saat harus kembali nanti.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home